Jakarta – Bank Indonesia (BI) menggandeng Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) mengedukasi masyarakat untuk cinta bangga paham (CBP) rupiah.

Selain edukasi CBP rupiah, juga telah dilakukan penandatanganan Berita Acara (BA) Kesepahaman antara BI dan Perbarindo.

Kesepahaman ini selanjutnya akan menjadi dasar pelaksanaan Edukasi CBP Rupiah di BPR BPRS (Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah), anggota Perbarindo melalui DPD Perbarindo seluruh Indonesia berkoordinasi dengan kantor perwakilan BI setempat.

”Sejalan dengan desain program edukasi CBP Rupiah tahun 2024, salah satu fokus program Bank Indonesia di tahun 2024 adalah penguatan dan perluasan sinergi bersama stakeholder eksternal,” kata Marlison Hakim, Kepala Departemen Uang BI dalam keterangan resminya, 7 Februari 2024.

Baca juga: Bos BI Pede Nilai Tukar Rupiah Menguat di 2024

Berkenaan dengan hal tersebut, lanjutnya, BI telah melakukan koordinasi dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo Jawa Timur, KPwBI Jawa Timur, dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbarindo mengenai kegiatan edukasi kepada Sumber Daya Manusia (SDM) BPR BPRS di seluruh wilayah Indonesia dengan kick off dilakukan di Surabaya pada 5 Februari 2024.

Pelaksanaan edukasi CBP Rupiah kepada SDM BPR dan BPRS di seluruh wilayah Indonesia dilakukan dengan mempertimbangkan adanya peran strategis BPR BPRS serta potensi eksposur yang cukup luas dari BPR BPRS sebagai perpanjangan tangan BI yang ke depan yang diharapkan dapat membantu dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat khususnya nasabah perbankan secara langsung mengenai CBP rupiah.

“Ke depan, BI berharap BPR BPRS dapat turut berperan dalam membantu kebijakan clean money policy BI,” ungkap Marlison.

Bandoe Widiarto Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim mengatakan sebagai langkah awal, maka pada kegiatan edukasi CBP rupiah batch 1 hari ini dilakukan kepada sekitar 210 pegawai BPR yang terdiri dari 140 pegawai di level kasir dan 70 pegawai di level Kabag dengan penyampaian 4 materi ajar yang terdiri dari (i) Sistem Pembayaran Indonesia (SPI), (ii) Layanan Kas, (iii) Cinta Bangga Paham Rupiah; dan (iv) Strategi Penanggulangan Uang Palsu.

BPR BPRS diharapkan dapat berperan dalam edukasi CBP rupiah ke masyarakat agar masyarakat mencintai rupiah dengan merawat secara baik, kemudian menumbuhkan rasa bangga bahwa sebagai mata uang, rupiah tidak hanya dikeluarkan sebagai sebuah alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai sebuah simbol pemersatu bangsa.

“Untuk lebih memahami rupiah, kami juga mengajak masyarakat menggunakan rupiah dengan bijak termasuk menggunakan produk UMKM,” ujar Bandoe.

CBP Rupiah merupakan edukasi dan literasi untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat Indonesia untuk menghargai Rupiah sebagai simbol identitas, pemersatu, kedaulatan dan kebanggaan Bangsa Indonesia.

Baca juga: Bank Indonesia Berhasil Kantongi Rp229 Triliun dari SRBI

Tedy Alamsyah Ketua Umum DPP Perbarindo mengatakan sangat menyambut baik kerja sama ini, dan setelah di DPD Jatim kegiatan ini akan dilakukan juga di 23 DPD Perbarindo seluruh Indonesia.

“BPR BPRS siap untuk menjadi perpanjangan tangan BI dalam setiap kegiatan Edukasi CBP rupiah kepada masyarakat,” kata Tedy.

Saat ini, jumlah BPR diseluruh Indonesia ada 1410 BPR dengan jumlah kantor sebanyak 6.043 kantor. Adapun jumlah BPRS, kini ada 172 BPRS dengan jumlah kantor sebanyak 694 kantor. Kantor BPR BPRS ini berlokasi di kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Saat ini BPR melayani 16.272.664 nasabah dan BPRS 2.864.612 nasabah. (*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *