Tangerang – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) berkomitmen meningkatkan peneranan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perseroan melihat ESG sebagai bagian dari bisnis dan operasional. MLBI menargetkan penggunaan energi terbarukan dalam produksi mencapai 64% tahun ini.

Target tersebut naik signifikan dari pencapaian tahun lalu, di mana perseroan sudah menggunakan 32% energi terbarukan yang bersumber dari biomassa, biogas, dan termal. Penggunaan energi terbarukan dalam produksi MLBI berhasil mengurangi emisi CO2 sebanyak 17%.

Adapun untuk mewujudkan ambisi tersebut, saat ini MLBI sudah mengoperasikan fasilitas biomassa kedua di pabrik Tangerang. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi perseroan dengan BECIS. Fasilitas ini memanfaatkan sekam padi sebagai sumber utama biomassa. Kolaborasi antara MLBI dan BECIS sudah dilakukan sejak 2017 dengan mengoperasikan fasilitas biomassa di Mojokerto dan Tangerang.

Head of Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia, Dayna Adelman mengatakan, produsen bir Bintang yang juga bagian dari the Heineken Company ini memang menjadikan ESG sebagai bagian fundamental dari operasional dan bisnisnya. Perseroan juga bertekad untuk mencapai 100% energi terbarukan dalam produksi pada tahun 2025, yang menjadi bagian dari ambisi untuk mencapai net zero carbon emissiona pada 2040 di seluruh rantai pasoknya.

“Kami bangga atas kemajuan dalam mencapai operasional yang lebih berkelanjutan. Namun kami menyadari bahwa jalan kami masih panjang. Kami berambisi untuk terus meningkatkan upaya kami untuk menciptakan dampak yang lebih positif bagi masyarakat dan lingkungan,” papar Dayna kepada media dalam Multi Bintang Brewery Visit di Pabrik Bir Bintang di Tangerang, Jumat, 26 Mei 2023.

Selain penggunaan energi terbarukan, MLBI juga melakukan sejumlah inisiatif terkait ESG seperti terangkum dalam laporan keberlanjutannya. Misalnya, perusahaan mencapai 67% dampak air yang positif. Artinya, air yang digunakan untuk proses produksi dikembalikan ke alam dan masyarakat melalui program konservasi. Lalu adapula inisiatif zero waste landfill di mana 98% limbah produksi telah di daur ulang.

Sementara dari sisi kinerja, tahun lalu perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp924,76 miliar, atau tumbuh 38,92% year on year (yoy). Kenaikan laba antara lain disokong pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai Rp3,11 triliun, atau baik 25,91% secara tahunan. Perseroan menutup tahun 2022 dengan total aset mencapai Rp3,37 triliun. (*) Ari Astriawan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *